Perempuan selamatkan perempuan
- Hj.I.G.A.Aju Nitya Dharmani,SST,SE,MM
- Aug 14, 2018
- 1 min read

Data bahwa terdapat 173 perempuan yang dibunuh pada tahun 2017. Umumnya korban mendapat kekerasan seksual sebelum akhirnya dibunuh. Hal ini tak jarang terjadi karena pelakunya yang mayoritas laki-laki merasa harga dirinya jatuh karena perempuan meminta sesuatu yang tak dapat dipenuhinya.
#LawanBersama kekerasan berbasis gender
#LawanBersama kekerasan berbasis gender
#LawanBersama kekerasan berbasis gender

Terdapat kurang lebih 30 kasus kekerasan dalam pacaran selama tahun 2017. Dua di antara 30 kasus tersebut menjadikan media sosial sebagai alat kekerasan dan ancaman.
“Biasanya yang terjadi, perempuan diancam dengan mempublikasikan chat atau video intim di sosial media. Tujuannya agar si perempuan merasa tertintimidasi.
Wahai Kaum Perempuan Sadari & Pahami.
Hal tersebut sudah termasuk tindak kekerasan yang ironisnya malah tidak banyak disadari oleh banyak pihak. Banyak kasus kekerasan dalam pacaran diawali dengan kedekatan emosional yang membuat korban tidak sadar dirinya sudah menjadi korban. Dalam kasus ini, perempuan lebih banyak yang menjadi korban.
Yang justru lebih mengenaskan, masyarakat malah menganggap perempuan yang menjadi korban bukan merupakan perempuan baik-baik. Padahal, dampak yang dirasakan oleh korban dari tindak kekerasan ini, tidak sedikit.
Ada yang hamil di luar nikah hingga dikeluarkan dari lembaga pendidikan tempatnya menuntut ilmu. Mereka pun enggan melapor, karena khawatir malah dihakimi.
#LawanBersama kekerasan berbasis gender
#CegahBersama kekerasan berbasis gender
#AkhiriBersama kekerasan berbasis gender
Salam Sehat & Salam Cerdas
Perempuan Indonesia
Hj.I.G.A.Aju Nitya Dharmani,SST,SE,MM
Dosen Ekonomi/Bidan/Seniman/Relawan Sosial
di Kota Surabaya
+6281357784547
e-mail :ayobicarasantun@gmail.com



