BERANIKAN DIRI UNTUK MELAWAN
- IGA Aju Nitya Dharmani
- Feb 27, 2018
- 4 min read
Kita seringkali ragu untuk memulai hal baru. Namun menguasai teknik pertahanan adalah krusial bagi wanita, khususnya yang hidup di kota dan sering pulang malam hari. Kini sudah banyak kelas bela diri di hampir setiap kota, yang dapat membantu wanita mempelajari keterampilan yang diperlukan untuk mencegah dan menghindari situasi berbahaya.

Saat ini kekerasan yang membuat wanita menjadi korban semakin marak terjadi. Mulai dari penganiayaan, pemerkosaan, hingga pembunuhan di jalanan. Sudah saatnya wanita belajar untuk melindungi diri mereka sendiri ketika berada di jalanan.

Terdapat banyak faktor yang menyebabkan perempuan rentan untuk menjadi korban kriminalitas. Salah satunya yaitu para pelaku kejahatan cenderung memilih perempuan sebagai targetnya dikarenakan persepsi atau stereotipe bahwa perempuan adalah makhluk yang lemah. Benar atau tidaknya pendapat ini, itu tergantung pada individu masing-masing. Akan tetapi, bukankah sangat klise jika kita menggeneralisir hal tersebut? Karena pada kenyataanya, pada zaman moderen ini, telah banyak perempuan-perempuan hebat yang berprestasi baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi maupun bidang olahraga. Jadi, apa yang perlu perempuan lakukan agar tidak distereotipekan atau dipandang lemah dan tentunya tidak menjadi target tindak kejahatan?
Salah satu poin lebih dari mempelajari ilmu bela diri tradisonal yaitu kita mampu mendapatkan manfaat dan nilai-nilai spiritual maupun budaya yang terkandung di dalam bela diri tersebut. Dan tentu saja, selain kita bisa berdiri tegak melindungi diri sendiri, kita juga bisa melestarikan warisan budaya yang tak ternilai harganya. Keuntungan lain dari mempelajari bela diri yaitu, tubuh kita bisa menjadi lebih bugar dan sehat, karena bela diri merupakan salah satu cabang olahraga.

Mungkin sebagian perempuan enggan dan malas untuk belajar ilmu bela diri, dikarenakan alasan waktu, efisiensi, atau kurangnya kesadaran untuk melindungi diri dari suatu ancaman. Tetapi bukan berarti perempuan harus mengabaikan pentingnya perlindungan diri dan harus bergantung pada orang lain. Solusinya, selain dengan melakukan latihan bela diri, perempuan juga dapat membentengi dirinya dengan alat-alat pertahanan diri. Terdapat beberapa alat pertahanan diri yang bisa digunakan perempuan, seperti pepper spray(semprotan merica) atau stun gun (senjata kejut). Memang alat-alat pertahanan tersebut tidak terlalu efektif dan memberi manfaat bagi tubuh seperti bela diri. Akan tetapi, alat-alat seperti pepper spray atau stun gun bisa lebih efisien karena perempuan tidak memerlukan latihan untuk menggunakannya, lain halnnya dengan bela diri yang memerlukan rentang waktu yang cukup panjang untuk dikuasai.
Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh wanita untuk melindungi diri mereka, seperti dilansir oleh My Health News Daily (11/04).
1. Perhatikan sekitar Ketika berjalan sendirian, sebaiknya wanita tak boleh lengah. Mereka harus selalu memperhatikan suasana sekitar mereka. Terutama pada daerah-daerah yang terlihat sepi dan berbahaya. Selain itu, ketika berjalan sebaiknya wanita berusaha terlihat kuat. Jalan yang tegak dan percaya diri.
Biasanya pelaku akan berusaha mendekati korban. Jika merasakan adanya bahaya, sebaiknya bahasa tubuh wanita memperlihatkan ancaman agar seseorang tak mudah mendekat. Selain itu, sebaiknya wanita tak berfokus pada apa yang ada di depannya. Serangan bisa terjadi dari banyak arah.
2. Dengarkan insting Semua orang memiliki insting yang biasa memberikan peringatan ketika ada bahaya. Masalahnya, tak semua orang mendengarkannya, terutama wanita. Biasanya wanita lebih bertoleransi ketika ada orang asing yang bicara dengannya dan tak menghiraukan intuisi yang mereka miliki.
Predator dan pelaku kejahatan biasanya adalah orang yang pintar berbohong. Jika seseorang mudah percaya dan membiarkan mereka mendekat, maka ini bisa berbahaya. Sebaiknya lebih dengarkan insting Anda dan terus waspada pada orang asing.
3. Buat rencana Selalu rencanakan apa yang akan Anda lakukan ketika menghadapi suasana genting. Ini mungkin bukan hal yang Anda harapkan, namun bisa digunakan untuk berjaga-jaga. Setiap pelaku kejahatan selalu suka jika mereka mengejutkan korban. Mereka hanya takut akan dua hal: tertangkap atau disakiti.
Berteriak dan mengatakan bahwa Anda tahu dia akan berbuat jahat bisa jadi membuatnya mundur. Jika pelaku hanya menginginkan uang, sebaiknya berikan saja. Namun jika dia berusaha mendapatkan hal lain, seperti mengajak Anda ke tempat lain, jangan biarkan hal ini terjadi. Anda bisa berteriak meminta bantuan orang lain, bahkan jika pelaku melarang Anda berteriak.
4. Melawan untuk kabur Meski wanita bisa jadi sangat kuat, namun pria tentu punya kelebihan soal kekuatan fisik. Untuk itu, melawan penjahat untuk benar-benar melumpuhkan mereka bisa jadi bukan pilihan yang tepat, kecuali Anda jago beladiri. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah melawan untuk menciptakan ruang dan waktu yang bisa digunakan untuk melarikan diri.

Gunakan gerakan yang simpel namun cukup fatal, seperti mencolok mata, leher, atau selangkangan. Gunakan bagian keras pada telapak tangan untuk menepuk bagian pelipisnya. Ini akan membuatnya pusing. Apapun gerakannya, pastikan berkekuatan 100 persen sehingga bisa memberikan kemungkinan bagi Anda untuk kabur.
Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh wanita untuk melindungi diri mereka saat ada kejahatan di jalanan. Membawa hal lain untuk berjaga-jaga seperti semprotan merica juga bisa sangat membantu

Walaupun telah dibekali kemampuan bela diri yang mumpuni dan membentengi diri dengan alat pertahanan diri, jika perempuan tidak memiliki pertahanan mental yang kuat akan suatu tekanan, perempuan cenderung untuk panik dan ketakutan dan dapat melakukan hal-hal yang bodoh, yang tentunya bisa berujung fatal. Panik dan ketakutan itu sendiri merupakan hal yang wajar jika kita dihadapkan pada tindak kejahatan yang mengancam jiwa, tetapi apakah hal tersebut tidak bisa diatasi? Tentu saja bisa. Pembekalan secara fisik tidaklah cukup, perempuan juga harus membekali diri mereka dengan kekuatan psikologis dan spiritual. Perlu penanaman pada diri perempuan untuk menjaga tingkat emosinya. Untuk pembekalan secara psikologis dan spiritual dibutuhkan wewenang yang lebih besar. Karena psikologis dan spiritual tidak hanya berfungsi untuk pembekalan diri saat terjadi kejahatan, tetapi hal itu juga terkait dengan moral dan sopan santun yang dapat berdampak pada cara bersikap dalam kehidupan sehari-hari di suatu komunitas masyarakat.
Dengan beberapa cara di atas, perempuan diharapkan dapat melindungi dirinya sendiri maupun orang lain jika terjadi tindak kejahatan di lingkungan mereka. Dan tentunya, kriminalitas pada perempuan dapat berkurang secara bertahap. Selain itu, anggapan atau persepsi yang selalu timbul di masyarakat tentang perempuan merupakan makhluk yang lemah bisa dapat dihilangkan.