AL QURAN sumber KEBENARAN, LGBT HARAM!!!
- Ayu Rai
- Jan 25, 2018
- 6 min read
Semenjak kecil, kita diperkenalkan melihat hal segala sesuatu secara dua sisi, dikotomis. Ya, kalau nggak, hitam, ya putih. Kalau nggak benar, ya salah. Kalau nggak lelaki, ya perempuan. Padahal, segala sesuatu seharusnya dilihat dengan kacamata spektrum, karena alam semesta ini memang abu-abu. Yang dimaksud dengan spektrum adalah melihat adanya kategori-kategori lain di kedua ujung yang paling ekstrem. Misalnya, jika kedua ujung ekstrem adalah hitam dan putih, di antara kedua ujung tersebut ada yang hitam keputih-putihan alias abu-abu yg hampir hitam, ada yang putih kehitam-hitaman alias abu-abu yang mendekati putih, ada pula yang abu-abu di tengah-tengah.
Kita hanya mengenal lelaki dan perempuan saja, terbiasa dengan pemikiran dikotomis, sehingga kita tidak dapat menyikapi orang-orang yang memiliki kecenderungan berada di antaranya dengan baik. Ini salah. Bayangkan jika kita dikenalkan melihat segala sesuatunya sebagai spektrum sedari kecil, pasti kita akan jauh lebih rileks melihat keunikan-keunikan manusia. Keunikan yang berbeda yang sesuai norma & moral di masyarakat Indonesia. LGBT sebagaifisik manusianya adalah unik, namun perilakunya harus menjadi kewaspadaan dikarenakan peran psikologis yg bipolar/ 2 sisi.
Perilaku LGBT hakikatnya adalah penyimpangan penyaluran seksual yang menginginkan kenikmatan seks semata. Persoalan ini berawal saat Barat dalam memandang hakikat naluri seksual (gharizah nau’) yang Allah karuniakan pada manusia.
Barat memandang, naluri seksual tujuan nya semata untuk kenikmatan seks. Bukan untuk kelangsungan keturunan seperti dalam pandangan Islam.
Bagi dunia Barat, naluri seksual ini harus diekslorasi seoptimal mungkin. Jika tidak manusia akan sengsara. Sehingga wajar, jika di dunia Barat, segala aktivitas, kegiatan, semua dikaitkan dengan naluri seks. Bukan sesuatu yang harus dipelihara, dijaga, agar tidak diumbar disembarang tempat seperti dalam pandangan Islam.
Tidak aneh jika buku, film, drama, promosi, dan selaksa kegiatan di dunia Barat selalu dikaitkan dengan eksploitasi naluri seksual. Seolah hambar sebuah kegiatan tanpa terkait dengan birahi seksual. Ini jelas pandangan yang bathil terhadap naluri seksual.
Kebebasan penyaluran seksual adalah kobsekunsi berikutnya, termasuk LGBT. Bagi masyarakat Barat dan pegiat LGBT soal keturunan dan institusi keluarga akhirnya menjadi hal yang tidak penting.
Yang penting kebutuhan seksual bagi pelaku “al faahisy” ini terpenuhi, dengan cara, kapan, dan di mana pun. Dengan terang-terangan perilaku gay dan homo di Depok menyatakan bahwa mereka melakukan aktivitas seks menyimpang ini memang untuk menghindari kehamilan. (Bintang.com).
Perilaku LGBT ini sesungguhnya asli gaya hidup Barat yang serba materi, hedonis, dan melihat arti bahagia dengan duit. Keinginan hidup berkeluarga secara alami semakin menipis. Kecenderungan orang muda mereka menganggap bahwa pernikahan, hamil, menyusui, dan memelihara anak adalah beban yang menghalangi produktivitas.
Sejatinya keluarga itu ada istri, ada suami, ayah, ibu, adik, kakak, teteh, aa, neng, nenek, kakek, paman, bibi, dan lain sebagainya. Mungkinkan keluarga demikian terwujud hanya dengan adobsi?
Keluarga adalah fitrah institusi yang dibentuk dengan pernikahan untuk meraih sebuah ketentraman hidup. Maha benar Allah dengan Firman-Nya.
(وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ)
“dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Ar Ruum 21)
Dalam sebuah keluarga yang hakiki, ada jalinan cinta dan tekad suami istri untuk mengarungi bahtera kehidupan. Ada kerinduan sepasang kekasih yang menanti lahirnya sang bayi. Ada tetasan air mata, tangisan keharuan saat seorang ibu melahirkan. Ada kehidupan baru.
Ada do’a dan harapan ketika bayi mungil terlahir. Ada tekad seorang ayah yang bekerja untuk menafkahi anak dan istri. Ada istri yang selalu berdo’a dan menanti di rumah dengan serangkaian tugas-tugas kewanitaan. Ada kerinduan seorang ayah untuk pulang ke rumah untuk bertemu anak dan istri. Semua itu akan sirna dengan arus perilaku LGBT.
Keluarga dalam Islam adalah rangkaian hidup dengan tatanan hukum yang rapi. Pola keluarga adobsi akan menghancurkan segalanya. Hukum waris akan sirna, tidak ada lagi perwalian, hukum persusuan menjadi tidak jelas, manusia sudah cukup menyusu pada sapi. Naudzubillah.
(Ditulis oleh: H. Luthfi Hidayat https://www.kiblat.net/2016/02/20/lgbt-akan-menghancurkan-tatanan-keluarga-muslim/)
Ada beberapa sumber tulisan yang saya baca dari bebara internet dan media sosial dari beberapa ilmu dan aliran keilmuannya menuliskan PEMBENARAN PEMBENARAN :
Sebenarnya, orientasi seksual sama halnya dengan orientasi selera terhadap rasa. Ada orang yang suka manis. Ada orang yang suka asin. Ada pula yang suka dua-duanya. Menurut ilmu saraf, masing-masing orang memiliki konstelasi otak yang berbeda. Orang yang suka asin, memiliki konstelasi otak yang berbeda dengan orang yang suka manis. Begitu juga dengan orientasi seksual. Seorang pria yang menyukai pria memiliki konstelasi otak yang berbeda dengan pria yang menyukai wanita. Ini hanyalah masalah variasi normal dari otak manusia.
Mengatakan pria yang menyukai pria tidak normal sama saja mengatakan orang yang menyukai makanan manis itu tidak normal. Ini, kan, nggak adil. Kenapa nggak boleh?
Ingin menjadi gay atau tidak, yang penting tidak ada pemaksaan di situ. Jika ada unsur pemaksaan, itu sudah melanggar moral. Prinsip dasar moralitas adalah kita memperlakukan orang sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain. Selama seseorang tidak menggangu orang banyak, kenapa harus dipermasalahkan? (http://www.suarakita.org/2014/02/penjelesan-ilmiah-kedokteran-mengenai-lgbt-dari-dokter-ryu-hasan/)
Saya tidak sependapat dan menganggp itu adalah pembenaran keilmuannya saja tulisan sumber tersebut. Saya hanyalah hamba yang berusaha mengikuti KEBENARAN karena keyakinan keilmuan saya yang utama diatas palingutama saya percayai hanyalah kebenaran bersumber dari AL Quran,yang meng HARAMKAN LGBT sebagai zinah.
MUI: Dalam Perspektif Agama, LGBT adalah Perbuatan Menyimpang Namun, Majelis Ulama Indonesia MUI tetap bersikukuh pada pandangan bahwa LGBT merupakan perbuatan menyimpang. Sekjen MUI Anwar Abbas mengatakan dalam perspektif agama, LGBT merupakan perbuatan menyimpang karena secara agama hanya ada dua jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Ia juga menilai LGBT sangat merugikan kehidupan manusia. "Mengapa oleh agama LGBT ini dilarang, salah satunya secara rasional saja deh kalau praktek LGBT ini ditolerir maka punahlah manusia di muka bumi ini. Tidak akan pernah laki-laki yang kawin dengan laki-laki akan melahirkan keturunan. Tidak mungkin perempuan kawin dengan perempuan akan melahirkan keturunan," jelas Anwar.
Bagaimana pula dengan Hadits, “Jika kalian menemukan orang yang melakukan hubungan seksual sejenis seperti kaum Nabi Luth, bunuhlah keduanya” (Hadits riwayat Abu Dawud, Turmudzi dan Ibnu Majah). Hadits ini, seperti dijelaskan oleh al-Zaila’i, masih banyak menyimpan perdebatan. Abu Hanifah sendiri menolak menggunakan Hadist ini.
Para ahli fikih juga tak sepakat terhadap sanksi hukum yang patut dijatuhkan kepada pelaku tindak homoseksual. Sekurang-kurangnya, ada tiga jenis sanksi hukum yang ditawarkan dalam kitab-kitab fikih. Pertama, pelaku tindakan homoseksual seharusnya dibunuh. Kedua, dikenakan hukuman pidana (had) sebagaimana had zina, yaitu jika pelakunya belum kawin, maka ia harus dicambuk. Tetapi, jika pelakunya orang yang pernah atau sudah kawin, maka ia dikenakan hukuman rajam sampai mati. Ketiga, dipenjara (ta’zir) dalam waktu yang telah ditentukan oleh hakim.
Berhati-hatilah, jangan melanggar batas yang telah ditentukan syari'at. *Ya Allah kokohkan kami dlm syariatMu*
Ternyata GAY (LGBT) ada dalam Al Qur'an : "Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)". Al Qur'an surat An Naml : 55)
ADA banyak orang bertanya mengapa banyak orang yang enggan diajak menuju kebaikan? Ayat-ayat Allah tidak didengarkan, tidak diperhatikan, dan bahkan diremehkan. Sabda-sabda Nabi dianggap peninggalan masa lalu yang layak hanya untuk dikenang, tidak untuk dijadikan pegangan. Anjuran dan fatwa ulama dianggap sebagai lelucon yang menggelikan dan menghambat kemajuan.
Kesimpulan sejarah berikut ini layak untuk direnungkam bersama, kesimpulan tentang dakwah Nabi Nuh kepada kaumnya. Kesimpulan ringkasnya adalah sebagai berikut, "Nabi Nuh memanggil para hewan satu kali panggilan saja, maka hewan-hewan itu langsung naik perahu Nabi Nuh. Nabi Nuh menghabiskan waktu 950 tahun mengajak manusia. Ternyata mereka memilih untuk tenggelam--tidak mau naik perahu. Instink yang sehat ternyata lebih baik dari akal yang sakit".
Dengan mengunakan rujukan di atas maka dapat dipahami bahwa mereka yang menolak ajakan kebaikan adalah orang-orang yang akalnya sakit. Akal yang sehat akan senantiasa sejalan dengan kehendak syari'at. Lalu ada pertanyaan mengapa akal itu bisa sakit? Apa yang membuat sakit akal? Pertanyaan sederhana ini sungguh membutuhkan jawaban yang tidak sederhana.
Pertama, bedakan antara otak dan akal. Otak itu di kepala, sementara akal itu di hati bersama-sama dengan nafsu. Oleh karena itu orang yang akalnya sakit bisa juga disebut hatinya yang sakit. Kedua, akal menjadi sakit saat ia dikalahkan oleh nafsu.
Ketika keinginan hawa nafsu melampaui batas maka akal akan lemah dan kehilangan daya untuk kemudian sakit dan bisa jadi mati. Ingin akal tetap sehat?
Kendalikan hawa nafsu. Nafsu ingin cepat kaya, nafsu ingin cepat dan selalu berkuasa, nafsu untuk memiliki semuanya, nafsu sex yg salah bisa jadi meremukkan akal.
Saya tidak membenci orangnya LGBT selama mau untuk berubah kearah KEBENARAN Al Quran ikuti hati nurani yang bersih & taubatan nasuha.
Saya dan masih banyak orang yang peduli disekitar anda siap membantu, mengarahkan dan mendampingi selama proses pertaubatan tersebut.
SAYA PEDULI
SAYA SIAP MEMBERI SOLUSI
