top of page

LANGIT LANGIT KACA, METAFORA PEREMPUAN

  • Ayu Rai
  • Jan 19, 2018
  • 3 min read

Metafora dapat diimajinasikan dengan kuat, dan para peneliti menemukan bahwa mereka dapat memengaruhi perilaku kita bahkan tanpa kita sadari.

Ketika para ilmuwan meminta siswa untuk melingkari bagian mana dari teks yang paling mempengaruhi mereka, kebanyakan mereka memilih angka - statistika kejahatan yang dingin - dan bukan metafora. Hal itu menggambarkan bahwa manusia tidak selalu sadar dengan apa yang membentuk opini mereka, atau bahwa bahasa memiliki kuasa yang lebih besar dari bukti substantif.

Metafora dapat membantu kita mengerti topik-topik baru dan kompleks, namun sering sekali mereka hanya penyederhanaan

Bagaimanapun, seperti yang pernah diutarakan penulis TS Eliot, metafora juga memiliki batasan: "Tak diragukan lagi jika menyebut unta sebagai kapal di padang pasir adalah sebuah ide yang cerdik," tulisnya pada 1860, "Tapi tidak akan membuat orang melatih binatang yang berguna itu."

Dengan kata lain, metafora dapat membantu orang mengerti topik-topik baru dan kompleks, namun sering sekali mereka hanya penyederhanaan, menawarkan hanya pandangan tertentu yang tidak memberikan gambaran keseluruhan.

Anda dapat melihat batasan serupa dengan deskripsi 'langit-langit kaca' di tempat kerja. Awalnya dipopulerkan oleh Gay Bryant dalam puncak gerakan feminis pada 1980an, saat ini menjadi terminologi yang sering digunakan untuk menjelaskan sebuah tantangan tak terlihat yang menghalangi perempuan menduduki posisi eksekutif.

Metafora itu menyiratkan bahwa perempuan seharusnya berkeinginan untuk 'mendobrak' langit-langit - namun masalahnya adalah hal itu hanya menggambarkan perempuan yang ingin naik ke posisi lebih tinggi, bukan katakanlah, pria yang turun dari posisi atas. Kondisi ini dapat dikatakan menempatkan tanggung jawab yang tidak adil kepada perempuan untuk menghancurkan langit-langit, dibandingkan fokus ke peran pria yang menciptakan dan menjaga hal itu tetap terjadi.

Menjadi perempuan harus dibanggakan, disyukuri dan dirayakan, karena merupakan amanah dari Allah SWT yang diberikan kepada seseorang. Hal yang sama juga mensyukuri amanah menjadi laki-laki. Setiap amanah, dalam kosmologi Islam adalah ujian bagi proses pemilihan siapa yang terbaik dalam memainkan peran dan kiprahnya bagi masyarakat. “Dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amal perbuatannya”. (QS. Al-Mulk, 67: 2). Semua orang diuji dengan amanah yang sama dan kesempatan yang sama, tanpa membedakan laki-laki atau perempuan.

Ini sudah abad ke 21, sungguh sangat disayangkan ketika kaumku hanya sibuk mempermak fisik tapi mengikis pengetahuan dan moral kehidupan, padahal diabad modern ini, PEREMPUAN akan lebih terlihat menarik apabila memiliki pengetahuan yang tinggi, prestasi, moral yang baik nan santun, dan berguna terhadap orang lain.

Kita menyadari bahwa di zaman sosial media yang canggih ini, tajuk perempuan sebagai seorang influencer di dunia maya sangatlah kuat, kita adalah pandangan generasi di bawah kita sebagai perempuan untuk menatap masa depan, kalau tak bisa memberi setidaknya jangan merusak, contohkanlah sesuatu yang baik terhadap orang lain, sebarkanlah energi positif, karena sesuatu yang negatif tak akan bertahan lama.

Saya ada ciptaan lagu, meski vokal dan musik tidak pas. tapi simak kata katanya https://youtu.be/t0QODa8ES-k

Al-Qur’an dengan tegas dan keras mengkritik orang-orang yang merendahkan dan merasa rendah dengan kehadiran perempuan. “(Orang-orang jahiliyah itu) apabila dikabarkan (memiliki) bayi perempuan, mukanya akan hitam karena marah dan geram”. (QS. An-Nahl, 15: 68).

Dalam bahasa agama, potensi ‘penggoda’ ini disebut fitnah. Bahwa perempuan memiliki potensi fitnah yang bisa menghanyutkan para laki-laki dan merusak tatanan masyarakat. Dengan potensi ini, perempuan sering disandingkan dengan harta benda dan jabatan. Dalam berbagai kesempatan, seringkali dinyatakan bahwa ujian setiap orang adalah harta, tahta dan wanita. Seakan-akan wanita adalah bukan orang, karena disamakan dengan harta dan tahta yang menjadi ujian bagi setiap orang. Persepsi fitnah ini banyak sekali menyudutkan perempuan. Kehidupan menjadi tidak nyaman bagi mereka yang berjenis kelamin perempuan.

Tentu saja, kebanggaan perempuan bukan dari potensi ‘fitnah’ ini. Kebanggaan dari potensi ini bersifat artifisial dan bisa berujung pada tindakan eksploitatif dan diskriminatif. Tetapi kebanggaan perempuan, sebagaimana juga laki-laki, adalah sebagai manusia yang bermartabat dan berkiprah positif, baik di ranah domestik maupun publik. Perempuan inilah yang dalam istilah agama sebagai ‘mar’ah shalihah’, atau perempuan yang berkualitas.

Jika, sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian tentang metafora, kata-kata ini dapat dengan halus memengaruhi bagaimana kita memutuskan untuk bertindak, maka kata-kata itu dapat memiliki konsekuensi yang tak diinginkan. Langit-langit kaca, misalnya, menyiratkan bahwa ada hambatan yang dapat dihancurkan, jika perempuan bekerja cukup keras. Sebagaimana ditunjukkan sejumlah peneliti sosial, realita bahwa ada banyak masalah dengan akar yang lebih dalam dan tekanan yang menghalangi kemajuan perempuan di tempat kerja, sementara keistimewaan bagi pria merupakan sebuah norma.

"Ada kutipan dari Ginger Rogers bahwa perempuan harus mengerjakan sesuatu seperti yang dilakukan pria namun selalu dibelakang pria," kata Ryan. "Idenya adalah perempuan harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan posisi yang sama dengan pria."

Bagaimana seorang perempuan dapat mentolerir dan beradaptasi dengan semua hambatan ini, maka pasti wanita akan sukses dalam karier dan mampu menerobos langit-langit kaca. Dan akhirnya kita bisa tersenyum dan mengatakan bahwa Glass ceiling will not be exist anymore..

Salam Sehat

Salam Cerdas

Perempuan Indonesia

Sumber :

Anda dapat membaca versi asli artikel Metafora dalam bahasa Inggris yang berjudul How metaphors shape women's lives di BBC Future

*Tulisan di website ini sudah merupakan satu kesatuan ide, informasi dan tulisan diri sendiri dan bahan bacaan buku buku maupun dari internet .


 
 
 

Follow

  • Facebook

Contact

+6281357784547

Address

Surabaya City, East Java, Indonesia

©2018 by THINKSMARTWOMEN. Proudly created with Wix.com

bottom of page